IKHTIAR DAN TAWAKAL
Ikhtiar merupakan usaha seseorang untuk memperoleh apa yang dikehendakinya, usaha seseorang untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depan agar tujuan hidupnya selamat, sejahtera dunia dam akhirat.
Ikhtiar harus kita terapkan dalam kehiduoan sehari-hari, seperti misalnya mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Berusaha sebaik mungkin dan semampunya adalah sikap yang benar, karena dengan berusaha kita sama saja melatih diri kita untuk mandiri terhadap tanggung jawab sendiri.
Di samping ikhtiar ada juga yang namanya tawakal, tawakal adalah berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah berusaha bersungguh-sungguh. Contohnya seperti ini ketika kita sedang mengerjakan ujian dan kita menemukan sebuah soal yang membuat diri kita ragu atau bahkan sulit untuk dikerjakan. Maka diwaktu itu kita harus melakukan yang namanya tawakal. Kita berserah diri kepada Allah Swt. untuk memberikan hasil yang memang terbaik bagi diri kita dengan hasil usaha kita sendiri. Dengan begitu insyaAllah Allah Swt. akan memberikan hasil yang memang terbaik bagi kita.
Saya memiliki sebuah cerita, ketima itu saya memiliki seorang teman. Beliau selalu mendapatkan nilai yang sangat baik. Nilainya selalu diatas KKM. Dan suatu hari saya bertanya kepada beliau, apa yang selalu dirinya lakukan sehingga selalu mendapatkan nilai terbaik, apakah karena dia selalu menyicil membaca buku di setiap harinya? Dia menjawab memang benar dia selalu membaca buku di setiap harinya. Tetapi disamling itu setiap dia mengerjakan tugas, dia selalu bertawakal terlebih dahulu. Dia berserah diri kepada Allah Swt. untuk mendapatkan hasil yang memang terbaik baginya atas hasil usahanya. Dan dia juga berkata bahwa ketika kita mendapatkan hasil yang terbaik, jangan sampai kita terlalu bangga sehingga bisa menjerumus kita menjadi pribadi yang sombong. Seperti memamerkan nilai kepada teman-teman. Tetapi kita seharusnya selalu mengucapkan rasa syukur kita kepada Allah Swt. terhadap semua hasil yang dikaruniai-Nya. Karena sombong merupakan sikap yang bisa menghancurkan segalanya.

Posting Komentar